Jangan Langsung Dimasak! 7 Bahan Makanan Ini Ternyata Wajib Dicuci Dulu
Wisenfin – Mencuci bahan makanan sebelum dimasak atau disantap mungkin terdengar seperti hal sederhana. Namun, kebiasaan ini ternyata penting untuk menjaga kebersihan makanan dan mengurangi risiko kontaminasi bakteri, kotoran, maupun residu yang menempel pada permukaannya.
Menariknya, tidak semua bahan makanan yang perlu dicuci terlihat kotor. Bahkan beberapa bahan memiliki kulit atau kemasan yang tidak ikut dimakan, tetapi tetap sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.
Hal ini karena kotoran atau bakteri pada bagian luar dapat berpindah ke bagian makanan yang akan dikonsumsi, misalnya ketika dipotong menggunakan pisau.
Dilansir dari RD, berikut tujuh bahan makanan yang sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum diolah atau disantap.
1. Alpukat
Alpukat termasuk buah yang sering dianggap tidak perlu dicuci karena kulitnya tidak dimakan. Padahal, permukaan kulit alpukat dapat membawa kotoran, bakteri, maupun residu yang berasal dari proses pengemasan, pengiriman, dan penanganan.
Ahli gizi Colene Stoernell menyarankan agar semua buah yang memiliki kulit dibersihkan terlebih dahulu sebelum dipotong.
“Cucilah apa pun yang memiliki kulit luar, meski kulitnya tidak untuk dimakan, sebelum Anda memotongnya,” jelas Stoernell.
Alasannya cukup sederhana. Ketika pisau digunakan untuk membelah alpukat, bagian pisau yang menyentuh kulit kemudian masuk ke daging buah. Jika permukaan kulit membawa kontaminan, ada kemungkinan kontaminan tersebut ikut berpindah ke bagian dalam.
Apalagi alpukat yang dijual di supermarket bisa saja sudah disentuh atau dipindahkan oleh banyak orang sebelum sampai ke tangan pembeli.
Karena itu, biasakan mencuci alpukat terlebih dahulu dengan air mengalir sebelum membelahnya.
2. Biji-Bijian Utuh
Beras, quinoa, dan barley atau jelai juga termasuk bahan yang sebaiknya dibilas sebelum dimasak.
Pakar pangan Caitlin Hoff menjelaskan bahwa membilas biji-bijian dengan air dingin dapat membantu menghilangkan kelebihan pati, kotoran, serta kuman yang mungkin berada di permukaannya.
Selain alasan kebersihan, proses membilas juga dapat memengaruhi hasil masakan. Pada beras, misalnya, membilasnya dapat membantu mengurangi kelebihan pati di permukaan sehingga hasil nasi menjadi lebih pulen.
Khusus untuk quinoa, ada alasan tambahan untuk tidak melewatkan proses pencucian. Biji quinoa memiliki lapisan alami bernama saponin yang dapat memberikan rasa pahit apabila tidak dibilas dengan baik.
Memang, sejumlah produk quinoa sudah melalui proses pencucian sebelum dikemas. Namun, membilasnya kembali sebelum dimasak tetap menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memastikan rasanya lebih bersih dan tidak pahit.
3. Melon
Melon juga menjadi buah yang sering luput dari perhatian. Banyak orang langsung membelah melon karena bagian kulitnya memang tidak dimakan.
Padahal, permukaan kulit melon dapat membawa bakteri seperti Salmonella dan Listeria.
Ahli gizi Lauren Manaker menjelaskan bahwa bakteri pada kulit dapat berpindah ke daging buah ketika pisau digunakan untuk memotong melon.
“Klien saya sering terkejut saat saya sarankan mencuci melon sebelum memotongnya dan menghindari membeli melon yang sudah dipotong,” kata Manaker.
Karena itu, kulit melon sebaiknya dibersihkan secara menyeluruh sebelum dipotong. Permukaannya dapat disikat sambil dibilas menggunakan air mengalir.
Manaker juga menyarankan untuk lebih berhati-hati ketika membeli melon yang sudah dipotong karena konsumen tidak selalu mengetahui bagaimana buah tersebut dibersihkan sebelumnya.
4. Kacang-Kacangan Kaleng
Kacang kalengan memang terkenal praktis. Bahan ini biasanya tinggal dikeluarkan dari kemasan dan dimasukkan ke dalam masakan.
Namun, sebaiknya jangan langsung menggunakannya.
Pakar pangan Caitlin Hoff menyarankan kacang kalengan ditiriskan kemudian dibilas terlebih dahulu. Kacang dalam kemasan umumnya disimpan bersama cairan yang mengandung garam.
Membilas kacang dapat membantu menghilangkan sebagian cairan tersebut sekaligus mengurangi kandungan natrium yang masuk ke dalam makanan.
Hal ini terutama bermanfaat bagi orang yang sedang membatasi konsumsi garam. Setelah dibilas dan ditiriskan, kacang bisa langsung digunakan untuk berbagai hidangan seperti sup, salad, tumisan, maupun makanan lainnya.
5. Kaleng, Botol, dan Stoples Minuman
Bukan hanya bahan makanan yang perlu diperhatikan. Kemasan minuman seperti kaleng soda dan botol juga sebaiknya dibersihkan sebelum dibuka.
Kaleng, botol, maupun stoples dapat melalui perjalanan panjang sebelum sampai ke rumah. Kemasan tersebut bisa disimpan di gudang, dipajang di toko, dipindahkan berkali-kali, dan disentuh banyak orang.
Ahli gizi Colene Stoernell bahkan mengaku selalu mencuci kaleng minuman sebelum membukanya.
“Saya selalu mencuci kaleng minuman apa pun sebelum membukanya, meski isinya akan saya tuang ke gelas. Kaleng-kaleng itu sudah berpindah-pindah tempat dan kotor,” ujarnya.
Membersihkan bagian luar kemasan dapat membantu mengurangi kotoran dan bakteri yang mungkin menempel. Kebiasaan ini juga membuat bagian yang bersentuhan dengan mulut menjadi lebih bersih.
6. Kerang-Kerangan
Kerang seperti clam dan mussel juga perlu dibersihkan sebelum dimasak. Cangkangnya memang tidak dimakan, tetapi permukaan cangkang dapat membawa pasir, kotoran, dan berbagai kontaminan.
Pakar kesehatan Rebecca Park menyarankan kerang dibilas menggunakan air mengalir untuk membersihkan kotoran yang menempel.
Setelah itu, kerang dapat direndam dalam air dingin yang diberi garam dan disimpan di dalam kulkas selama sekitar 30 menit. Kerang kemudian dapat diaduk sesekali dan dibersihkan kembali di bawah air mengalir.
Membersihkan kerang dengan baik penting dilakukan karena bagian yang dikonsumsi berada di balik cangkang. Dengan demikian, kebersihan bagian luar juga perlu diperhatikan sebelum proses memasak.
7. Buah dan Sayuran Segar
Bahan terakhir mungkin sudah paling sering dicuci, tetapi tetap penting untuk diingat: semua buah dan sayuran segar sebaiknya dicuci sebelum dikonsumsi atau dimasak.
Baik akan dimakan mentah maupun dimasukkan ke dalam masakan, buah dan sayuran dapat membawa kotoran atau bakteri dari proses panen, pengemasan, distribusi, hingga saat berada di toko.
Ahli gizi Casey Seiden mengatakan bahan tersebut cukup dibilas menggunakan air mengalir bersuhu ruang.
Tidak perlu menggunakan cuka, garam, ataupun cairan pembersih khusus untuk mencuci buah dan sayuran.
Membilas dengan air mengalir sudah menjadi langkah sederhana untuk membantu menghilangkan kotoran dan bakteri yang mungkin menempel akibat proses penanganan maupun sentuhan manusia.
Jangan Anggap Kulit Berarti Tidak Perlu Dicuci
Dari tujuh bahan tersebut, ada satu kesamaan penting: bagian yang tidak dimakan tetap bisa menjadi sumber kontaminasi.
Alpukat dan melon, misalnya, memiliki kulit yang dibuang. Begitu juga kerang yang cangkangnya tidak dikonsumsi. Namun, ketika bahan tersebut dipotong atau diolah, kotoran di bagian luar berpotensi berpindah ke bagian yang akan dimakan.
Karena itu, mencuci bahan makanan sebelum mengolahnya sebaiknya menjadi kebiasaan di dapur.
Tidak membutuhkan waktu lama, tetapi langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga makanan tetap lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi.














