Wisenfin
Beranda Berita KAI Tutup Perlintasan Liar Cawang-Tebet, Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama

KAI Tutup Perlintasan Liar Cawang-Tebet, Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama

Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri

Wisenfin – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta resmi menutup sejumlah perlintasan sebidang liar di kawasan antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi masyarakat yang selama ini menggunakan jalur tersebut secara tidak resmi.

Penutupan perlintasan yang berada di kawasan RT 01 dan RT 03 itu langsung menjadi perhatian warga sekitar. Pasalnya, akses tersebut selama ini cukup sering dipakai oleh pejalan kaki maupun pengendara motor untuk mempersingkat perjalanan.

KAI Fokus Kurangi Risiko Kecelakaan di Jalur Kereta

KAI menegaskan bahwa keputusan menutup perlintasan liar bukan tanpa alasan. Tingginya risiko kecelakaan di area rel menjadi faktor utama dilakukannya penertiban.

Menurut pihak KAI Daop 1 Jakarta, jalur ilegal yang tidak memiliki sistem pengamanan maupun petugas penjaga sangat membahayakan pengguna jalan. Apalagi, banyak masyarakat yang masih nekat melintas meski kereta sedang melaju.

Dalam beberapa kasus, insiden tabrakan antara kendaraan dan kereta api kerap terjadi di titik-titik perlintasan liar. Karena itulah, KAI terus mendorong penutupan akses tidak resmi demi mengurangi potensi korban jiwa.

Program Penutupan Perlintasan Liar Akan Dilakukan Secara Bertahap

Penertiban perlintasan liar ternyata sudah menjadi program rutin KAI setiap tahun. Daop 1 Jakarta bahkan mendapat target khusus untuk menutup puluhan titik rawan yang dinilai membahayakan operasional perjalanan kereta.

Mayoritas perlintasan yang ditertibkan memiliki lebar sempit, tidak dilengkapi palang pintu, dan tidak ada penjaga resmi.

Kondisi tersebut dianggap sangat berisiko karena kereta api melintas dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa berhenti mendadak.

KAI juga menilai banyak masyarakat yang masih kurang sadar terhadap bahaya melintas sembarangan di jalur rel aktif. Oleh sebab itu, edukasi keselamatan terus digencarkan bersamaan dengan penutupan akses ilegal.

Warga Sudah Diberi Sosialisasi Sebelum Penutupan

Sebelum proses penutupan dilakukan, pihak KAI bersama pemerintah setempat telah lebih dulu melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Informasi terkait alasan penertiban hingga dampak keselamatan disampaikan langsung kepada masyarakat.

Sejumlah warga disebut mendukung langkah tersebut karena menyadari tingginya risiko kecelakaan di lokasi itu. Apalagi, jalur rel kereta di kawasan Cawang hingga Tebet termasuk cukup padat dengan frekuensi perjalanan tinggi setiap harinya.

Meski begitu, ada juga warga yang berharap tetap tersedia satu akses resmi yang bisa digunakan untuk mobilitas sehari-hari.

Warga Minta Satu Akses Resmi Tetap Dibuka

Pihak Kelurahan Kebon Baru mengungkapkan bahwa masyarakat masih membutuhkan akses penyeberangan untuk menuju beberapa fasilitas umum seperti puskesmas, kantor kecamatan, hingga area permukiman lainnya.

Jika seluruh akses ditutup total, warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai tujuan mereka. Kondisi ini tentu dinilai merepotkan, terutama bagi pejalan kaki dan pengendara motor.

Karena itu, pemerintah setempat berharap nantinya ada satu jalur resmi yang bisa diatur dan didaftarkan secara legal oleh PT KAI agar tetap aman digunakan masyarakat.

Keselamatan di Jalur Kereta Jadi Tanggung Jawab Bersama

Penutupan perlintasan liar antara Cawang dan Tebet kembali menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di area rel kereta api.

Banyak kecelakaan terjadi bukan karena kesalahan kereta, melainkan akibat pengguna jalan yang nekat menerobos jalur aktif.

Dengan meningkatnya mobilitas kereta di wilayah Jabodetabek, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

KAI pun berharap masyarakat dapat memahami bahwa langkah penertiban ini dilakukan demi kepentingan bersama, agar perjalanan kereta tetap aman dan warga terhindar dari risiko kecelakaan fatal di perlintasan liar.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan