IHSG Melesat Kembali ke Level 6.000, Saham Bank Kembali Bangkit
Wisenfin – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif pada perdagangan Kamis (25/6/2026).
Setelah sempat bergerak di zona merah pada awal sesi, indeks berhasil bangkit dan ditutup menguat 2,69 persen pada sesi pertama perdagangan. Kenaikan ini juga menjadi angin segar bagi saham bank yang kembali mencatatkan penguatan cukup solid.
Pulihnya IHSG ke level psikologis 6.000 menjadi salah satu sorotan utama pasar hari ini. Pergerakan tersebut menunjukkan meningkatnya optimisme investor setelah beberapa waktu terakhir pasar saham mengalami tekanan.
IHSG Kembali Tembus Level 6.000
Berdasarkan data perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup di level 6.041,93 atau naik sekitar 2,69 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Padahal, saat pembukaan pasar indeks sempat turun hingga menyentuh level 5.864. Namun tekanan jual berhasil diredam sehingga IHSG berbalik menguat hingga kembali berada di atas level 6.000.
Aktivitas transaksi juga cukup ramai. Volume perdagangan mencapai sekitar 13,71 miliar saham dengan nilai transaksi mendekati Rp8 triliun.
Frekuensi perdagangan bahkan menembus lebih dari satu juta transaksi, menandakan minat investor mulai kembali meningkat.
Selain IHSG, indeks LQ45 yang dihuni saham-saham berkapitalisasi besar juga mencatat kenaikan hampir 3 persen.
Saham Bank Jadi Penopang Penguatan
Salah satu sektor yang paling menarik perhatian adalah saham bank. Emiten perbankan papan atas kembali menjadi incaran investor sehingga mencatat kenaikan yang cukup merata.
Berikut pergerakan beberapa saham bank berkapitalisasi besar:
- BBCA (Bank Central Asia) naik 3,38 persen menjadi Rp6.125 per saham.
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia) menguat 3,20 persen ke level Rp2.900.
- BBNI (Bank Negara Indonesia) naik 2,71 persen menjadi Rp3.410.
- BMRI (Bank Mandiri) bertambah 2,27 persen ke posisi Rp4.060.
Kenaikan saham bank sering menjadi indikator membaiknya sentimen pasar karena sektor perbankan memiliki bobot besar dalam pergerakan IHSG.
Ketika saham-saham perbankan menguat secara bersamaan, peluang indeks untuk bergerak positif juga semakin besar.
Emiten Besar Lain Ikut Menghijau
Tidak hanya saham bank, sejumlah saham unggulan dari sektor lain juga mengalami kenaikan signifikan.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menjadi salah satu yang mencuri perhatian setelah melonjak sekitar 7,69 persen.
Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat hampir 7 persen, disusul PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang naik lebih dari 6 persen.
Dominasi saham-saham besar yang bergerak di zona hijau menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan IHSG sepanjang sesi pertama perdagangan.
Apa Penyebab Saham Bank Kembali Naik?
Kenaikan saham bank umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari membaiknya sentimen pasar, meningkatnya minat investor terhadap saham-saham blue chip, hingga optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Selain itu, saham perbankan sering menjadi pilihan investor ketika pasar mulai pulih karena dianggap memiliki fundamental yang relatif kuat dibandingkan sektor lain.
Meski begitu, pergerakan pasar saham tetap dipengaruhi berbagai faktor global maupun domestik. Oleh karena itu, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan ekonomi, kebijakan suku bunga, serta kondisi pasar internasional sebelum mengambil keputusan investasi.
Pergerakan Pasar Masih Layak Dicermati
Penguatan IHSG dan saham bank pada perdagangan kali ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Namun, volatilitas masih berpotensi terjadi mengingat kondisi ekonomi global yang terus berubah.
Bagi investor, momentum seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk kembali mencermati saham-saham berfundamental kuat, khususnya di sektor perbankan yang selama ini dikenal sebagai salah satu motor penggerak utama IHSG.
Dengan aktivitas perdagangan yang kembali ramai dan mayoritas saham berada di zona hijau, pasar kini menanti apakah tren positif tersebut mampu berlanjut hingga penutupan perdagangan dan sesi-sesi berikutnya.









