Kartu Kredit Indonesia Resmi Diluncurkan, Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya
Wisenfin – Bank Indonesia (BI) memperkenalkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai salah satu alternatif pembayaran digital yang diproses menggunakan sistem domestik. Instrumen ini hadir untuk memperkuat ekosistem pembayaran nasional sekaligus memberikan pilihan baru bagi masyarakat dalam melakukan transaksi.
KKI resmi diterbitkan pada 17 Agustus 2026. Berbeda dari kartu kredit konvensional yang identik dengan transaksi melalui jaringan pembayaran internasional, KKI dirancang agar pemrosesan transaksinya berlangsung di dalam negeri.
Instrumen ini menggunakan fasilitas penundaan pembayaran atau deferred payment. Artinya, pengguna dapat melakukan transaksi terlebih dahulu menggunakan fasilitas kredit yang tersedia, kemudian melakukan pembayaran sesuai ketentuan yang diberikan oleh penerbit.
Apa Itu Kartu Kredit Indonesia?
Secara sederhana, Kartu Kredit Indonesia merupakan alat pembayaran berbasis kredit yang memanfaatkan ekosistem pembayaran domestik.
KKI dapat digunakan sebagai sumber dana ketika pengguna melakukan pembayaran melalui QRIS, baik dengan metode pemindaian kode maupun menggunakan fitur QRIS Tap pada merchant yang mendukungnya.
Kehadiran KKI menjadi bagian dari upaya BI memperluas penggunaan sistem pembayaran nasional. Dengan semakin banyak transaksi masyarakat berpindah ke kanal digital, keberadaan instrumen pembayaran yang diproses di dalam negeri dinilai dapat memperkuat kemandirian ekosistem keuangan digital Indonesia.
Bagi pengguna, konsepnya tetap relatif familiar. KKI menyediakan fasilitas pembayaran terlebih dahulu, sementara pelunasan dilakukan kemudian berdasarkan tagihan dan ketentuan dari bank penerbit.
Bagaimana Cara KKI Digunakan?
Penggunaan KKI terhubung dengan QRIS yang sudah sangat luas digunakan masyarakat.
Ketika bertransaksi di merchant yang menerima QRIS, pengguna dapat memilih KKI sebagai sumber dana apabila fasilitas tersebut tersedia pada aplikasi atau layanan bank penerbit.
Ada dua cara pembayaran yang dapat digunakan, yakni scan QRIS dan QRIS Tap.
Pada metode scan, pengguna cukup memindai kode QR yang tersedia di merchant melalui aplikasi yang mendukung KKI. Setelah nominal transaksi dimasukkan dan transaksi dikonfirmasi, pembayaran akan diproses menggunakan fasilitas kredit.
Sementara itu, QRIS Tap memungkinkan pembayaran dilakukan dengan mendekatkan perangkat ke terminal atau perangkat merchant yang kompatibel. Metode ini dirancang untuk membuat transaksi menjadi lebih praktis tanpa harus selalu melakukan pemindaian kode QR.
Delapan Bank Sudah Menerbitkan KKI
Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2026, terdapat sejumlah Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) yang telah menerbitkan KKI.
Delapan penerbit tersebut adalah:
- BCA
- Bank Mandiri
- BNI
- BRI
- CIMB Niaga
- Permata
- Bank Mega
- BSI
BSI secara khusus mengembangkan layanan KKI dengan skema pembiayaan yang mengikuti prinsip syariah.
Dengan adanya beberapa bank penerbit sejak tahap awal, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Ke depannya, BI juga membuka ruang bagi pengembangan KKI dari sisi fitur, layanan, maupun cakupan penerimaannya.
Kenapa KKI Diluncurkan?
Peluncuran KKI tidak berdiri sendiri. Instrumen ini hadir ketika penggunaan pembayaran digital di Indonesia terus mengalami pertumbuhan.
QRIS menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan tersebut. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 65,77 juta.
Dalam periode Januari hingga Juni 2026 saja, terdapat sekitar 6,23 juta pengguna baru. Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih terus beralih dan menambah penggunaan metode pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.
Dari sisi merchant, QRIS telah menjangkau sekitar 44,86 juta merchant. Sebagian besar atau sekitar 96,68% di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Hal ini memperlihatkan bahwa sistem pembayaran digital tidak hanya berkembang di pusat perbelanjaan atau perusahaan besar. Warung, pedagang kecil, dan berbagai usaha mikro juga telah menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Transaksi QRIS Terus Meningkat
Pertumbuhan pengguna dan merchant turut mendorong peningkatan jumlah transaksi.
Pada semester pertama 2026, QRIS mencatat sekitar 12,55 miliar transaksi. Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp1,12 kuadriliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 93,92%.
Besarnya penggunaan QRIS membuat integrasi KKI dengan sistem tersebut menjadi langkah strategis. Masyarakat tidak perlu beradaptasi dengan metode pembayaran yang sepenuhnya baru karena transaksi tetap dilakukan melalui ekosistem QRIS yang sudah familiar.
Perbedaannya terletak pada sumber dana yang digunakan. Jika selama ini pengguna umumnya menggunakan saldo rekening atau uang elektronik, KKI memungkinkan transaksi tertentu menggunakan fasilitas kredit yang diberikan oleh bank.
Apa Manfaat KKI bagi Masyarakat?
Bagi konsumen, KKI dapat memberikan alternatif ketika ingin melakukan pembayaran tanpa harus langsung menggunakan dana tunai atau saldo rekening pada saat transaksi.
Fasilitas deferred payment juga dapat membantu pengguna mengatur arus kas selama digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai kemampuan membayar.
Sementara bagi merchant, semakin banyak pilihan sumber dana berarti berpotensi memperluas kesempatan menerima transaksi dari pelanggan.
Di sisi lain, pemrosesan domestik juga menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur pembayaran nasional. Sistem pembayaran yang semakin kuat di dalam negeri diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pelaku industri pembayaran.
Tetap Perhatikan Tagihan dan Kemampuan Membayar
Meski menawarkan kemudahan, KKI tetap merupakan fasilitas kredit. Karena itu, pengguna perlu memahami ketentuan dari bank penerbit sebelum menggunakannya.
Jangan sampai kemudahan membayar menggunakan QRIS membuat pengguna bertransaksi melebihi kemampuan finansial. Tagihan tetap harus dibayar sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Pengguna juga sebaiknya memahami batas fasilitas kredit, biaya yang mungkin dikenakan, mekanisme pembayaran tagihan, serta ketentuan lain dari masing-masing penerbit.
Dengan penggunaan yang bijak, Kartu Kredit Indonesia dapat menjadi tambahan pilihan dalam ekosistem pembayaran digital nasional. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan bagaimana QRIS terus berkembang, bukan hanya sebagai alat pembayaran berbasis saldo, tetapi juga sebagai jalur untuk berbagai sumber dana dalam transaksi masyarakat.















