Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Juni 2026
Wisenfin – Kabar baik bagi masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali melanjutkan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Juni 2026.
Periode ini menjadi bagian dari penyaluran tahap kedua yang mencakup bulan April, Mei, dan Juni. Karena itu, masyarakat yang memenuhi syarat disarankan untuk segera memeriksa status penerima bantuan agar tidak ketinggalan informasi pencairan.
Lalu kapan bansos PKH dan BPNT Juni 2026 cair? Bagaimana cara mengecek apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Bansos PKH dan BPNT?
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan dua program bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada keluarga yang masuk kategori kurang mampu.
Kedua program ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga yang memiliki komponen tertentu, seperti:
- Ibu hamil.
- Anak usia dini.
- Siswa sekolah.
- Lansia.
- Penyandang disabilitas berat.
Besaran bantuan yang diterima berbeda-beda sesuai kategori penerima.
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Sementara itu, BPNT diberikan dalam bentuk bantuan tunai yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahun 2026
Pemerintah menggunakan sistem pencairan bantuan secara bertahap dalam satu tahun. Penyaluran dilakukan setiap tiga bulan atau per triwulan. Berikut jadwal lengkap pencairan bansos tahun 2026.
| Tahap | Periode Penyaluran |
|---|---|
| Tahap 1 | Januari – Maret |
| Tahap 2 | April – Juni |
| Tahap 3 | Juli – September |
| Tahap 4 | Oktober – Desember |
Saat ini, masyarakat memasuki periode pencairan Tahap 2, yang mencakup bulan April hingga Juni 2026.
Perlu diketahui bahwa pemerintah tidak menetapkan satu tanggal pencairan yang sama untuk seluruh wilayah Indonesia.
Oleh karena itu, dana bantuan dapat masuk pada waktu yang berbeda tergantung proses distribusi di masing-masing daerah.
Siapa Saja yang Berhak Menerima Bansos?
Saat ini pemerintah menggunakan basis data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan penerima bantuan sosial.
Penerima bantuan diprioritaskan kepada masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi paling rentan berdasarkan data tersebut.
Pada aturan terbaru, penerima bansos PKH dan BPNT berasal dari kelompok:
- Desil 1.
- Desil 2.
- Desil 3.
- Desil 4.
Data ini digunakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Juni 2026
Masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerima bantuan secara online tanpa harus datang ke kantor pemerintah.
Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi maupun aplikasi yang disediakan Kemensos.
1. Cara Cek Bansos Melalui Website Resmi
Langkah-langkahnya cukup mudah:
- Buka situs resmi cek bansos Kemensos.
- Masukkan nomor NIK sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi yang muncul di layar.
- Klik tombol pencarian data.
- Sistem akan menampilkan informasi terkait status penerima bantuan.
Metode ini menjadi pilihan yang praktis karena tidak memerlukan proses pendaftaran akun terlebih dahulu.
2. Cara Cek Bansos Melalui Aplikasi
Selain website, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos. Langkah-langkahnya sebagai berikut!
Membuat Akun
- Unduh aplikasi Cek Bansos.
- Pilih menu pendaftaran akun baru.
- Isi data diri sesuai KTP.
- Masukkan NIK, alamat, email, dan nomor telepon.
- Unggah foto KTP serta swafoto.
- Selesaikan proses registrasi.
Login dan Cek Status
Setelah akun aktif:
- Masuk ke aplikasi.
- Buka menu profil.
- Lihat informasi bantuan sosial yang terdaftar atas nama Anda.
Melalui aplikasi ini, masyarakat juga dapat mengakses berbagai layanan tambahan seperti pengajuan usulan maupun sanggahan data bansos.
Berapa Besar Nominal BPNT Juni 2026?
BPNT diberikan sebesar Rp200.000 per bulan. Karena pencairan dilakukan per tahap selama tiga bulan, maka penerima biasanya mendapatkan Rp600.000 per keluarga penerima manfaat (KPM) untuk satu kali pencairan.
Dana tersebut dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari.
Rincian Nominal Bantuan PKH 2026
Besaran bantuan PKH berbeda sesuai kategori penerima. Berikut rincian yang berlaku.
Ibu Hamil
- Rp3.000.000 per tahun.
- Rp750.000 setiap tahap.
Anak Usia Dini
- Rp3.000.000 per tahun.
- Rp750.000 setiap tahap.
Siswa Sekolah Dasar (SD)
- Rp900.000 per tahun.
- Rp225.000 setiap tahap.
Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Rp1.500.000 per tahun.
- Rp375.000 setiap tahap.
Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
- Rp2.000.000 per tahun.
- Rp500.000 setiap tahap.
Penyandang Disabilitas Berat
- Rp2.400.000 per tahun.
- Rp600.000 setiap tahap.
Lansia Usia 60 Tahun ke Atas
- Rp2.400.000 per tahun.
- Rp600.000 setiap tahap.
Korban Pelanggaran HAM Berat
- Rp10.800.000 per tahun.
- Rp2.700.000 setiap tahap.
Besaran bantuan yang diterima masing-masing keluarga bisa berbeda tergantung kategori yang dimiliki dalam satu rumah tangga.
Tips Agar Tidak Ketinggalan Informasi Pencairan Bansos
Agar tidak terlambat mengetahui jadwal pencairan bantuan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Rutin mengecek status penerima melalui website atau aplikasi resmi.
- Memastikan data kependudukan selalu diperbarui.
- Menghindari informasi dari sumber yang tidak resmi.
- Memantau pengumuman dari pemerintah daerah maupun Kemensos.
Langkah sederhana ini dapat membantu penerima memperoleh informasi yang akurat terkait bantuan sosial.
Kesimpulan
Penyaluran bansos PKH dan BPNT Juni 2026 saat ini memasuki tahap kedua yang berlangsung selama periode April hingga Juni.
Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
Masyarakat dapat dengan mudah mengecek status penerima bantuan melalui situs resmi maupun aplikasi Cek Bansos.
Selain itu, penting untuk memahami besaran bantuan yang diterima agar dapat memanfaatkan dana tersebut secara optimal untuk kebutuhan keluarga.
Bagi yang merasa memenuhi syarat, jangan lupa untuk secara berkala memeriksa status penerima dan memastikan data kependudukan tetap valid agar proses penyaluran bantuan berjalan lancar.


